Ads Banner
160x600
Ads Banner
160x600
wartariau.bond
SEKILAS INFO
Selamat datang di Liputan16.com. Menyajikan berita terkini, aktual, tajam, dan terpercaya hari ini... Memuat pembaruan berita...

​Arogansi Sindikat Judi Jackson Situmorang: Klaim Kuasai Tanjung Morawa, Petinggi Polisi Kompak Terdiam

Author
REDAKSI - Redaksi
Mei 29, 2026 WIB
503 views


Deli Serdang, Praktik perjudian jenis Toto Gelap (Togel) yang dikendalikan oleh sindikat jaringan "Aseng Kayu" diduga semakin merajalela dan terstruktur di wilayah hukum Polsek Tanjung Morawa, Deli Serdang. Mirisnya, di tengah keresahan masyarakat dan bukti instruksi operasional yang terang-terangan beredar, aparat kepolisian dari tingkat Polsek hingga Polresta Deli Serdang justru memilih bungkam saat dikonfirmasi.




Berdasarkan hasil penelusuran investigasi mendalam di lapangan, sindikat ini beroperasi secara masif dan memonopoli sejumlah wilayah, di antaranya Desa Bangun Sari, Ujung Serdang, hingga Bandar Labuhan.




Lebih jauh, arogansi jaringan ini terungkap melalui sebuah pesan instruksi berantai yang beredar di kalangan "pemain" dan pekerja di lapangan. Dalam tangkapan layar pesan yang diperoleh, tertulis penegasan bahwa operasional di lapangan dimonopoli oleh sosok bernama Jackson Situmorang.




Pesan tersebut berbunyi: "DIBERITAHUKAN DAN DIPERTEGAS KEPADA SELURUH PEMAIN. BAHWASANYA BOS KITA BERNAMA JACKSON SITUMORANG. DAN SELAMA INI MERK KITA JACKSON SERTA TIDAK ADA MERK - MERK LAIN."




Bahkan, pesan tersebut secara eksplisit memberikan jaminan 'keamanan' khusus bagi mereka yang bernaung di bawah bendera Jackson. "JADI UTK KESELAMATAN DAN KENYAMANAN D LAPANGAN, SELAIN MERK JACKSON SITUMORANG TIDAK AKAN DI BANTU ATAU DI URUS APABILA TERJADI HAL - HAL YG TIDAK DI INGINKAN," tulis instruksi tersebut.




Pernyataan ini memunculkan indikasi kuat adanya sistem perlindungan dan koordinasi yang membuat sindikat ini seolah kebal terhadap sentuhan hukum. Nama Jackson sendiri di lapangan diketahui memiliki sederet alias, mulai dari Rudi, Hor, hingga Morang.




Upaya Konfirmasi via WhatsApp: Petinggi Polisi Kompak Diam




Guna memenuhi Kode Etik Jurnalistik dan memberikan ruang cover both sides, redaksi telah mengirimkan pesan konfirmasi dan klarifikasi resmi melalui aplikasi WhatsApp pada Kamis (28/5/2026). Pesan tersebut ditujukan langsung kepada empat pucuk pimpinan dan perwira di jajaran Polresta Deli Serdang, yakni:




Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si. (Kapolresta Deli Serdang)




Iptu Binnes Saragih, S.H. (Kanit Pidum Satreskrim Polresta Deli Serdang)




AKP Joni H. Damanik, S.H., M.H. (Kapolsek Tanjung Morawa)




Iptu Hotman Barus, S.H. (Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa)




Melalui pesan WhatsApp tersebut, redaksi mengajukan tiga poin pertanyaan krusial mengenai efektivitas penegakan hukum, tindak lanjut terhadap sosok Jackson Situmorang, serta tanggapan polisi terhadap opini publik yang menduga adanya pembiaran.




Namun, alih-alih memberikan penjelasan yang transparan guna menepis keraguan publik, jajaran petinggi kepolisian ini kompak bungkam. Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, Kanit Pidum Iptu Binnes Saragih, dan Kapolsek Tanjung Morawa AKP Joni H. Damanik, sama sekali tidak memberikan respons atas pesan WhatsApp yang dikirimkan.




Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa, Iptu Hotman Barus. Meski pesan konfirmasi WhatsApp yang dikirimkan redaksi menunjukkan status centang dua biru—tanda bahwa pesan telah dibaca—yang bersangkutan memilih abai dan tidak membalas sama sekali.




Sikap diam para perwira penegak hukum ini tentu menjadi preseden buruk bagi semangat Presisi Polri yang mengedepankan transparansi dan keadilan. Pertanyaan besar kini mencuat di tengah masyarakat: Mengapa sindikat perjudian yang identitas bos lapangannya sudah begitu gamblang beredar, justru tidak tersentuh hukum? Apakah benar ada pembiaran terstruktur di wilayah hukum Deli Serdang?




Publik kini menanti ketegasan dari Kapolda Sumatera Utara untuk turun tangan dan mengevaluasi kinerja jajarannya di wilayah hukum Polresta Deli Serdang.(Tim)